AustraliaMelbourneTravel Story

Dandenong Market Melbourne : Ruang Sosial Bagi 150 Suku Bangsa

IMG20160312114421

Pasar rakyat selalu menjadi incaran saya ketika berada di suatu tempat, dan sebisa mungkin saya upayakan untuk berkunjung ke sana. Itu karena di pasar saya bisa membaca keragaman masyarakat yang ada di satu tempat, dan hidup keseharian mereka selalu berhubungan dengan pasar, tidak hanya mereka yang berjualan, namun juga mereka yang datang dan berbelanja. Setiap pasar yang pernah saya singgahi memiliki keunikan masing masing, termasuk Dandenong market yang telah beroperasi sejak 1866, atau sekitar 150 tahun yang lalu.

IMG20160312153703

Gambaran awal yang saya peroleh tentang pasar ini bahwa Dandenong dihuni oleh mayoritas orang-orang Afghanistan, termasuk pasar dan ruko-roku di sana, dan di sana adalah tempat yang tepat untuk membeli souvenir dengan harga yang lebih murah. Berbekal pengetahuan tipis itu dengan dibaluti rasa penasaran yang dalam tentang bagaimana pasar itu dan kehidupan di sana, menjadi motivasi tersendiri bagi saya untuk ke sana.

IMG20160312140516

IMG20160312142544

Ketika tiba kota itu, nampak jelas dari rumah makan yang berjejeran, bertulisakn ‘halal’ dalam bahasa Arab. Itu artinya ada begitu banyak orang Islam di sini seperti gambaran awal yang saya peroleh. Di depan perpusatkaan daerah Dandenong, saya dan beberapa kawan harus menunggu Ibrahim. Beberapa saat kemudian Ibrahim tiba. Saya agak sedikit terkejut, dan tak mennyangka jika anak muda yang datang itu adalah Ibrahim yang kami tunggu, sebab paras wajahnya jauh berebda dengan orang Afghanistan lainnya. Dia lebih tepat mirip orang Indonesia, Malaysia atau Philipina. Dan ternyata tidak hanya saya, keempat kawan saya juga berpikir demikian, dan sempat bertanya-tanya tentang roman wajahnya yang mirip orang Asia. Namun, saya jadi paham bahwa ada orang –orang Afghan dengan paras seperti Ibrahim, yang konon memiliki kedekatan dengan Mongolia, mungkin karena migrasi dan asimilasi antara kedua ras dalam tautan sejarah yang panjang. Sebagian ahli mengatakan bahwa kemungkinan mereka adalah keturunan dari para prajurit Mongolia yang ditinggalkan oleh Genghis Khan sekitar abad ketigabelas. Anak muda itu adalah anggota eksekutif Pelajar Hazara Australia, Ia yang akan menjadi pemandu kami. Sekilas Ia berkisah tentang perjalanannya ke Australia, dimana saat itu ia berusia empat tahun, Ia datang dari Afghanistan dengan melewati pelabuhan Banten Jawa Barat dan terombang-ambing di samudra selama 30 hari hingga bertemu daratan Australia. Tidak hanya Ibrahim yang menemani tour kami, ada juga dua orang gadis manis yang bergabung dengan kami, tentunya mereka dari komunitas Hazara. Kami menyusuri salah satu sisi kota itu, hingga berhenti di sebuah rumah makan sederhana milik warga dari Afghanistan.

IMG20160312134223

Waktu kami hanya kurang dari satu jam untuk menelusuri pasar itu sambil mencari souvenir. Rasanya tidak cukup untuk bisa mengekplorasi seluruh sudut pasar ini, namun sebisa mungkin saya maksimalkan. Ketika tiba di pasar, saya begegas, dengan langkah yang agak cepat mengelilingi pasar, dari stall satu kelainnya, dari pedagang tanaman, bunga, buah dan sayur, daging ikan, pakain hingga yang lainnya. Sepenitas itu saya melihat bawah ternyata orang yang bejualan tidak hanya orang Afghan. Di sana ada begitu banyak suku bangsa yang berdagang, dan mengambil peran yang berbeda beda. Ada orang Jepang yang menjual ikan, orang china yang menjual siput, orang Thailand yang menjual ikan dan udang, orang turki, Afghanistan yang menjual sayur dan buah, dan ada begitu banyak lagi yang tidak bisa saya bedakan hanya dari wajah mereka, itu karena di pasar ini ada lebih dari 150 bangsa yang berdagang di disni, demikian juga dengan pembeli. Dandenong market menjadi pasar rakyat terbesar kedua di Melbourne yang selalu ramai dikunjungi oleh warga lokal maupun turis asing.

IMG20160312122619

Meskipun di pasar umumnya pembeli mengutamakan kualitas barang dan layanan, di Dandenong Market orang yang datang berbelanja punya banyak pilihan. Pengunjung bisa memilih untuk berbelanja pada orang Afghan, orang India, orang China, orang Jepang, orang anglo-saxon, dan sebaginya. Tidak hanya itu, bagi warga muslim yang mencari daging halal di sini juga tersedia. Gambaran ini sama persis dengan pasar Bullring Birmingham, Inggris , dimana saya sering berbelanja di sana saat sedang studi. Daging domba, sapi, babi, ayam dan sebagainya mendapatkan tempat yang sama dalam pasar, dan para konsumen memiliki pilihan yang sama, demikian juga dengan pedagang. Tentunya bagi warga muslim akan mencari daging yang halal, namun tidak menutup kemungkinan bagi warga non muslim juga yang menginginkan daging yang halal. Hal seperti ini tak saya temui di pasar tempat saya menetap (Papua), dan kemingkinan juga di pasar-pasar lain di Indonesia. Di pasar rakyat yang saya jumpai adalah bahwa pedagang daging babi, selalu dikucilkan, dan tidak diberikan tempat berjualan di dalam pasar. Sehingga mereka terpaksa harus berjualan ditepi jalan atau mendirikan pondok tersendiri jauh dari pasar. Padahal, pasar tidak hanya menjadi tempat berjualan, namun juga sebagai ruang sosial, tempat berinterakasi antar budaya, suku dan agama dan memperpendek jarak antara mereka. Orang muslim tidak harus merasa khawatir berjualan daging bersebelahan dengan penjual daging babi, demikian juga dengan pembeli, tidak harus merasa resah berbelanja di tempat yang beresebelahan dengan tempat penjual daging babi.

Dandenong market di Melbourne adalah salah satu contoh dari begitu banyak pasar rakyat yang mempertemukan masyarakat dari berbagai latar belakang bangsa dan agama dalam satu atap. Pasar ini tidak hanya sebagi pusat penggerakan ekonomi tetapi juga sebagai tempat interaksi lintas budaya, bangsa dan agama. Mereka bersama-sama berkontribusi dalam menghidupkan perekonomian mereka, dan membangun solidaritas dalam keragaman bangsa dan latar belakang agama yang berbeda sebagai refleksi dari kompisisi masyarakat Victoria yang multikultur.

IMG20160312122715

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *