AsiaBookKaimanaWest Papua

Jamiru ; Perjalanan Spritual Orang Irarutu

SINOPSIS BUKU

Orang Irarutu menyebar dari wilayah Teluk Arguni hingga sebagian wilayah Kabupaten Teluk Bintuni. Mereka menyebut diri mereka sebagai matutu atau manusia sejati. Setiap orang dari mereka harus menjadi manusia sejati. Itu adalah  visi dalam kehidupan dan pergaulan mereka dengan sesama mereka, dengan orang lain maupun dengan alam. Untuk menjadikan diri mereka sebagai manusia sejati, setiap orang harus berproses dalam kehidupan keseharian mereka.  Secara simbolis, proses ini wujudkan  melalui berbagai ritual adat dalam masyarakat Irarutu, seperti ritual wegur nenun dan ritual nyet jagafi. Ritual wegur nenun atau ritual ukur hidung adalah ritual masa peralihan menjadi manusia dewasa yang diperuntukan bagi setiap anak perempuan pertama dalam sebuah keluarga. Sedangkan ritual nyet jagafi adalah ritual pemberian makan kepada anak laki-laki pertama terkait dengan berbagai jenis makanan yang dianggap tabu dalam kehidupan mereka. Kedua ritual ini memiliki hubungan yang saling berkaitan dengan matutu dalam kehidupan mereka.

Dalam kehidupan keseharian orang Irarutu, mereka juga mempraktekan metode-metode penyembuhan secara tradisional seperti magaerga dan wabisan, rumah persalinan tradisional orang Irarutu, yang hingga kini masih terus diparktekan, meskipun modernisasi pelayanan kesehatan telah pesat di wilayah mereka. Perjalanan spiritual menuju Gunung Nabi menjadi bagian yang menarik dalam buku ini, dan orang Irarutu meyakini bahwa di sanalah tempat  asal-usul peradaban manusia. Jika  seseorang memiliki niat yang bersih untuk mengunjungi Gunung Nabi, dan di sana Ia memohon sesuatu, maka mereka meyakini bahwa permohonan itu akan dikabulkan. Sebaliknya, jika memiliki niat yang jahat maka, akan mendapatkan musibah. Tak luput, bagian akhir dari buku ini juga mengisahkan beberapa folklore orang Irarutu seperti Nafimemat dan Ompu Wuna,  yang melegenda dalam kehidupan Mereka. Nafimemat adalah julukan untuk raksasa pemangsa manusia di Wilayah Teluk Arguni, yang kemudian dibunuh seorang laki-laki anak mudah bernama Fenetiruma.

Buku bisa menjadi referensi bagi mahasiswa atau kalangan umum yang memiliki ketertarikan dalam studi-studi ilmu budaya, secara khusus mereka yang hendak mengenal lebih jauh tentang kehidupan orang Irarutu dengan keunikan budaya yang mereka miliki. 

Download free Sample: KLIK DI SINI

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *