Travel StoryWest Sumatra

Kisah Manggis dan Durian dan Sialnya Si Boss

001

Matahari telah tenggelam, perjalanan kami masih separuh lagi. Kami masih tetap duduk dengan posisi awal ketika berangkat menuju Kota Nopan kemarin. Rizky menyetir mobil dan di sampingnya Si Boss. Saya dan Adam di posisi tengah, lalu Mike dan Julia di belakang. Mobil kami meluncur terus menyusuri lereng-lereng bukit menuju kota Bukit Tinggi. Kebiasaan saya di manapun berjalan, saya selalu menikmati perjalanan, duduk di dekat jendela mobil dan memandang jauh ke luar, apalagi kalau malam seperti ini, memandangi lampu-lampu yang berjejaran menyusuri bukit dan kendaraan yang berlalu-lalang adalah hal yang menarik bagi saya. Jika saja kami berhenti, pasti saya sudah memotret pemandangan malam kota ini. Sayang sekali, kami harus segera kembali ke Kota Padang dan mencari penginapan kami untuk malam ini, dan besok pagi-pagi harus berangkat ke Jakarta. Perut kami masih terus terkocak dengan cerita-cerita bual dari kursi depan dan tengah. Ahh… tapi rupanya dua orang gadis di belakang sudah letih, Mike terlihat kepalanya telah bersandar di dinding mobil sebelah kiri, sebentar lagi dah ngorok grrr grrr….hii hii hii. Julia juga, kepalanya dah miring ke kanan, sebentar-sebantar lagi terjatuh bersandar di dinding mobil setengah mabuk. Ahh…. mungkin kelelahan duduk di mobil hingga enam jam. Aturan keselamatan mengendarai kendaraan mobil/bus memang menyarankan agar setiap dua jam harus berhenti dan merenggangkan otot, tetapi kita memang terkadang tidak menghiraukan itu, aturan ini  bisa  anda rasakan jika anda berada di Eropa dan menggunakan bus antar kota atau antar negara. Tp kami butuh cepat dan selagi sopir masih oke… jalan trus.. tancap gas….!

Rizky meluncurkan mobil cukup kencang hingga masuk ke Kota Bukit Tinggi, terlihat orang-orang masih sibuk di sepanjang jalan. Alamaaaa..…, mata kami tergoda dengan tumpukan durian yang berjejeran di sepanjang jalan. Mampir yukkk…. Ayo……. Begitu mobil berhenti kami langsung turun menyerbu tumpukan durian yang berjejaran itu, hidung cukup tertusuk dengan harum yang menebar di sepanjang jalan. Julia dan Mike coba tawar menawar dengan sipenjual dan langsung kami beli, kami coba  membelah beberapa buah di tempat sipenjual. Hmmmm memang lumyan lezat, cukup mematikan rasa penasaran dan dahaga kami dengan buah duarian.  Eh… rupanya Si boss telah terburu-buru melahap beberapa buah manggis, uppss  kena sial deh…….

“ Eh, kalau makan manggis jangan makan lagi durian, bisa panas tinggi !!” begitu kira-kira kata Mike dan Julia, didukung pula oleh dipenjual durian “ iya Pak, manggis tidak boleh dimakan sekaligus dengan durian,” tapi kalau cuma satu ga apa-apa koq, kata sipenjual itu”, ahhh… cukup elit tanggapan si penjual durian itu, mungkin saja sipenjual durian ini sedikit khawatir kalo nanti duriannya yang tadi dibeli, tidak jadi dibeli atau mugkin nanti dikurangi jumlah durian yang tadi telah dibeli  ha ha ha…., yang pasti  Si Bos kenal sial… tidak berani makan durian, padahal raut mukanya pingin sekali… hii hii hii…. . Sementara saya dan Adam hajarrr… begitu juga Mike dan Julia.

Rencananya kami akan menuju ke tepi pantai dan menghabiskan durian-durian ini, ternayata dalam perjalanan, hujan deras mengahtam kota sepanjang perjalanan kami hingga tiba dipenginapan. Tapi tetap tidak mengurangi nafsu kami untuk menghantam habis durian-durian ini. begitu mobil parkir baik di depan lobi hotel, langsung kami melahap durian-durian itu, sedengkan Si Bos hanya mencium bau harumnya dan menelan ludah, hii hii, sial …….

Ah, tetapi dari sialnya Si Boss situ, saya juga jadi teringat  bahwa larangan  mengkonsumsi buah ataupun makanan tertentu bersamaan atau berurutan selalu ada dalam suatu komunitas masyarakat. Ini adalah pengetahuan tradisional suatu masyarakat yang belum bisa menjelaskannya secara ilmiah. Memang terkadang tidak logis dan sulit untuk mencarikan titik temunya dalam pengetahuan modern. Di kampung saya juga ada jenis makanan atau buah yang diyakini akan berakibat fatal bahkan kematian jika mengkonsumsinya bersamaan atau berurutan. Misalkan saja, mengkonsumsi Gula dan Semangka atau mengkonsumsi buah nanas atau buah pala dan kepiting yang akan berakibat hujan lebat dan banjir.

Jika menelusuri ke dalam sedikit, sebetulnya buah durian itu merupakan salah satu makanan sehat yang cukup baik bagi tubuh manusia jika dikonsumsi. Ada begitu banyak senyawa kimia yang ada dalam durian, dari vitamin C, B, E dan kaya akan zat Besi, karbohdrat, protein, serat, fosfor, asam, nitrogen hingga etanol/alkohol (jangan-jangan nantinya durian difatwa haram oleh MUI jika mereka kurang kerjaan). Masih ada banyak senyawa kimia lain yang justru memiliki peran penting dalam kesehatan tubuh manusia. Tetapi mungkin ada benarnya apa kata orang jangan terlalu banyak makan durian, bisa berakibat  tekanan darah tinggi. Saya belum memiliki informasi adanya penelitian yang menjelaskan tentang hubungan penyakit darah tinggi/stroke dengan konsumsi, tetapi ada catatan pendek yang pernah saya baca bahwa orang yang melihat durian dan mengkonsumsinya bisa mendatangkan kesenangan tersendiri dan bisa menghilangkan stress. Ah, tentunya tetapi harus tidak berlebihan mengkonsumsinya. Kadar zat besi (Fe) yang ada dalam durian cukup tinggi yang sebetulnya berfungsi membentuk hemoglobin bersama protein dalam memperlancar peredaran darah dan s aya belum tahu persis apa yang terjadi jika kadar zat besi (Fe) berlebihan dalam tubuh, apakah akan berdampak pada tekanan darah tinggi/ stroke atau tidak memang kita butuh dokter untuk menjelaskan ini.

002

Sedangkan buah manggis, ola la la…. inilah the king of fruits, mulai dari daginya hingga kulitnya memiliki molekul-molekul biologi yang sangat dahsyat untuk kesehatan tubuh. Beberapa antaranya adalah Xanthones, zat besi sama seperti durian, vitamin B2 dan vitamin C yang sangat bermanfaat bagi kulit. So, bagi cewek-cewek yang pingin kulitnya mulus seharusnya banyak makan buah manggis dengan kulit-kulitnya semua sekaligus. Buah ini memiliki antioksidan yang tinggi, ini bermanfaat untuk mencegah radikal bebas, membantu menetralisir racun-racun dalam tubuh hingga tubuh lebih bersih dan sehat,  dan molekul ini kadar tertingginya berada pada kulit manggis. Tak heran jika anda berada di Eropa atau mungkin di Amerika anda akan menumukan juss manggis dan juss kulit manggis dengan harga yang mahal, ini karena mereka tahu apa kegunaanya. Ah, sementara di Indonesia buah manggis biasa-biasa saja, dan kulitnya hanya sampah yang membusuk mengotori halam rumah. Hmmmm coba saja diambil kulit bagian dalamnya yang berwarna merah, dikeluarkan dengan sendok, lalu diblender, di campur madu, susu, dijadikan juss, enak ga ya?  (ha ha ha… ngarang ).

Nah, sekarang saya mulai bingung, bagaimana kemudian reaksi yang terjadi jika kedua buah itu, dengan zat-zat yang dimiliknya itu bertemu dalam perut? Buah yang satu memilki kandungan sat besi yang tinggi, Vitamin C, dan lain-lain serta protein, sedangkan yang satunya juga memilki kandungan vitamin C dan kawan-kawannya serta molekul Xanthones yang mampu menetralisir radikal bebas, membersihkan tubuh dari racun-racun berbahaya. Sulit bagi saya untuk mengatakan kalau mengkonsumsi buah manggis dan durian bersamaan itu berakibat fatal atau tidak. Saya kira perlu bertanya kepada ahli gizi, pasti dia lebih paham menjelaskan kasus ini.

Ketika saya di kampung, kebetulan dirumah ada buah manggis dan durian, tanpa sadar alias tidak teringat kisah Si Boss, saya telah menghabiskan empat buah manggis dilanjutkan dengan tiga buah durian lezat. Usai mengkonsumsi dua jenis buah itu, saya baru teringat kisah Si Boss. Sykurlah, tidak terjadi apa-apa dengan tubuh saya, sedikit kepanasan tetapi bukan karena panasa durian tetapi kerana panas matahari di atas kepala ini.

Hal yang menarik bagi saya adalah bahwa ini adalah pengetahuan masyarakat lokal (local knowledge), pengetahuan yang berkembang dalam sebuh masyarakat sejak dulu dan diceritakan turun temurun. Di kampung saya bukan buah manggis tetapi seperti saya sampaikan sebelumnya yaitu tidak boleh mengkonsumsi “ gula dan semangka” sekaligus, padahal jika ditelusuri buah semangka sebetulnya sangat sedikit mengandung kadar gula dan kebanyakan airnya sehingga buah ini sangat cocok untuk diet, dan usai makan berat. Mungkin karena kekhawatiran mengkonsumsi gula yang berlebihan sehingga dilarang, tetapi dari mana orang-orang dikampung itu bisa tahu kalau konsumsi gula berlebihan itu berbahaya bagi kesehatan? Orang dulu tidak mengenal adanya gula (sugar) tetapi mereka tahu semangka, bagiamana mereka bisa menghubungkannya dan mengatakan demikian, apakah ini sebuah konspirasi pembodohan? Siapa yang berkonspirasi?, apakah penjajah dulu?, entahalah saya tidak tidak ingin jauh ke sana.  Akibat langsung tewas dari konsumsi gula dan semangka sungguh sulit dijelaskan pembuktiannya. Begitu juga dengan mengkonsumsi buah nenas/pala dengan kepiting secara bersamaan atau berurutan, akan mendatangkan bencana hujan lebat dan banjir, atau mengkonsumsi ikan kerapu dan udang bagi anak anak akan berakibat timbulnya bisul-bisul borok. Ini justru lebih jauh lagi terjangkau oleh logika pikir.  Tetapi pengetahuan dan keyakinan-keyakinan ini masih tetap ada dalam masyarakat, dan mungkin hampir setiap komunitas masyarakat memilki pengetahuan semacam itu.

Tentunya pengetahuan-pengetahuan itu tidak muncul dengan sendirinya, pastinnya ada gejala-gejala atau peristiwa-peristiwa yang melatar belakangi munculnya pemahaman-pemahaman itu. So, betul atau tidak tetap harus tidak gegabah.    Saya jadi teringat sepenggal kisah serial drama Korea Dae Jang Geum yang diangkat dari kisah nyata Jang Geum, yang mengisahkan seorang gadis cantik yang bekerja sebagai tukang masak di dapur istana. Ketika sang raja divonis oleh dokter istana terkena racun arsenik, semua dokter kewalahan mencoba mencari berbagai macam ramuan untuk sang raja tetapi ternyata selalu tidak berhasil ketika diberikan kepada sang raja, sebab setiap tubuh manusia memilki reaksi yang berbeda terhadapa obat atau makanan yang dikonsumsi. Bisa jadi saya tidak mengalami masalah tubuh sebab mungkin kondisi fisiologis tubuh saya berbeda dengan orang-orang lain yang pernah mengalami masalah ketika mengkonsumsi manggis dan durian bersamaan. Kita masih belum mendapatkan penjelasan pengetahuan modern yang benar-benar bisa dipercaya tentang efek dari konsumsi buah-buah dimasksud bersamaan atau berurutan sehingga tetap harus hati-hati.