Teluk Triton Kaimana

Teluk Triton Kaimana

Hari ini rasanya seperti saya baru saja bebas dan lepas dari tawanan cuaca Inggris yang dingin dan tidak mementu itu, apalagi saat musim dingin datang. Ya, hari ini saya bebas dari baju penghangat, bebas dari jaket tebal, penutup kepala yang tebal, sepatu boot, kaos tangan, penutup telinga, mandi air hangat tiap hari dan tidur dekat penghangat ruangan yang terkadang membuat hidung mampet dan kena pilek. Dan dalam kondisi cuaca yang tidak menentu itu, saya terkadang malas keluar rumah, apalagi pada saat musim dingin tiba, bisa seharian saya hanya mengahabiskan waktu di dalam rumah atau di perpustakaan. Sementara di kampung saya, orang lagi berenang di pantai, berguling-guling di pasir tanpa menggunakan baju dan jalan . Saat –saat seperti ini membuat kerinduan akan kampung halaman semakin menajdi. Ketika kerunduan akan pantai itu datang, saya sering berjalan mencari pantai di Inggris, pantai yang menurut mereka paling indah. Dan sudah beberapa pantai saya ke sana selama di Inggris, namun itu tidak bisa membunuh kerinduanku. Di sini hanya pantai dengan pasir tipis yang hitam dan batu kerikil sepanjang pantai. Ah, sungguh, ini tidak cukup bisa membunuh rasa rinduku, bayangan pantai yang ada dalam benak saya itu tidak seperti ini. Pantai yang kumilki di sana, di negeriku itu ternyata tidak ada bandingnya!

Dan episode pulang kampung sekaligus liburan itu datang, sungguh ini pasti menakjubkan dan tak sabar menghitung jam keberangkatan. Birmingham- Dubai –Jakarta dan Kaimana, sebuah perjalanan yang panjang dengan segala rencana liburan sudah tertanam di kepalaku. Begitu tiba di Kaiman, tiga hari kemudian, saya menumpung kendaraan laut petugas pariwisata Kabupaten Kaimana menuju Teluk Triton. Saya bisa menumpang gratis karena, ada kakak saya dan juga beberapa sahabat lainya yang akan ke sana bersama. Ketika speed boat memutar-mutar, memasuki celah pulau pulau kecil, sungguh saya seakan seperti memasuki gerbang dunia fantasy, ini seperti cerita donegng. Tak tahan lagi mengeksperikan kegirangan itu, dan ketika speedboat dalam keadaan laju menghampiri bibir pantai, saya melompat sekuat-kuatnya, terhempas keluar dari dek speedboat, dan berenang, menyelam hingga ke dasar laut. Oh, ini benar–benar menakjubkan! Hingga saya lupa kala saya sedang menyelam dengan handphone di saku celanaku, ah, tapi itu bukanlah hal yang berarti bagiku saat ini, saya sama sekali tidak menggubris itu. Kerinduan akan pantai dengan hamparan pasir putih yang ada dalam benaku ini benar-benar terpenuhi, kerinduan ini terobati. Hari itu saya tidur dan berguling-guling di atas hamparan pasir putih di sepanjang pantai, berenang dan menyelam ke dalam dasar laut, memandangi warna-warni ikan-ikan dan terumbu karang yang indah. Oh, ini surga, surga yang terbenam oleh mata dunia, begitu kata orang-orang yang pernah bermain dan berenang di pantai ini. Saya sendiri merasakan kali ini memang benar-benar indah dan istimewah, sebab cukup lama saya tidak lagi menikmati suasana seperti ini. Rasa yang berbeada, jika waktu kecil saya selalu bersama kawan-kawan bermain dan berenang, menangkap ikan dengan sebatang kawat,di celah-celah karang, dan itu hal yang biasa. Hari ini saya bermain, memotret, berenang hingga senja datang memancarkan warna-warni di dengan pantulannya di atas permukaan air, menjadikan pemandangan teluk itu begitu menakjubkan. Ah, meski rasanya belum cukup puas, tetapi saya harus kembali bersama-kawan-kawan ke kota. Suatu saat saya akan kembali dan menginap bebarapa hari di sana, memotret setiap sudut rentetan pulau-pulau bersama keunikan bawah lautnya.

READ ALSO  When Teachers Left School

Teluk Triton ini memilki rentetan pulau-pulau kecil, batu karang , air yang jernih dan pemandangan pantai dan bawah laut yang indah, Teluk ini tersembunyi di dekat Kampung Lobo. Kini surga yang tersembunyi ini mulai dikenal oleh para ahli biologi laut, para penyelam, dan mereka yang suka datang dan menikmati saat-saat matahari terbenam, dengan pemandangan langit yang spekatakuler. Mereka menjuluki lokasi ini sebagai “ The Fish Empire,” selaian julukan “Kota Senja”, ada juga yang menyebutnya” The Lost Paradise.” Para ahli-ahli itu telah berhasil mengidentifikasi 937 jenis ikan laut dan beberapa di antaranya adalah spesies baru yang hanya bisa ditemukan di Kaimana. Mereka juga telah menemukan 492 jenis terumbu karang yang berbeda dan 6 di antaranya adalah jenis baru yang tidak ditemukan ditempat lain di dunia dan semuanya dalam kondisi sehat, mereka juga menemukan 27 Jenis udang lobster, dan 16 jenis penyu hijau. Teluk Triton ini memang masih belum populer dikalangan pencinta fotografi, atau orang-orang suka perpetualang dibanding lokasi-lokasi wisata pantai dan bawah laut lainnya di Indonesia tetapi sudah cukup banyak wisatawan yang datang berkunjung ke sini, baik wisatawan asing maupun domestik.

Pemerintah Lokal sepertinya sejak bebrapa tahun lalu mulai gencar mempromosikan lokasi ini sambil mendirikan fasilitas-fasilitas pendukung di teluk ini. Saat saya berenang di sana, telah dibangun resort bagi para pengunjung ,mereka juga telah melengkapinya dengan fasilitis, fasilitas air tawar, restoran dan lain-lain sehingga para pengunjung sudah bisa berlibur dan bermalam di sana. Nah, jika anda ingin merasakan suasana berbeda, mungkin lokasi ini bisa menjadi pilahan liburan, atau yang memiliki hobi fotografi, suka berpetualang, mungkin ada bisa singgah di sana. Saat ini, teluk ini hanya bisa ditempuh dengan kendaraan laut sekitar satu samapi dua jam, tergantung kecepatan perahu yang ditumpangi. Saat ini penerbangan dari dan ke Kaimana ada setiap hari, baik penerbangan lintas Papua maupun dari luar Papua. Jika anda ingin ke Teluk Triton, saat ini masih belum tersedia trasportasi reguler dari Kota Kaimana ke sana, tetapi para wisatawan biasanya menyewa perahu masyarakat lokal dan akan diantar ke sana. Saya belum tahu persis berapa harga sewa perahu masyarakat di sana, tetapi pastinya negotiable. Ini mungikin akan lebih membantu jika anda memilki teman atau kenalan di sana, tetapi jika anda belum ada teman/kenalan di sana, anda bisa langsung mengontak atau meminta bantuan orang-orang di Dinas Pariwisata, pasti mereka akan membantu mencarikan solusinya sebab mereka sering memfasilitasi para pengunjung yang ingin ke sana, baik turis asing maupun domestik. Dan mungkin akan lebih seru kalau anda pergi berkelompok, di samping bisa sharing ongkos sewa perahu, anda juga bisa pulang dengan berbagai cerita dan pengalaman yang berbeda.

Teluk Triton, Kaimana

Teluk Triton, Kaimana