O-mikuji di pohon

O-mikuji di pohon

Ketika pertama kali mengunjungi Jepang, banyak hal di Jepang yang membuat saya sangat pensaran. Itu juga bisa terjadi karena saya tidak bisa bahsa Jepang, buta aksara Jepang. Tidak hanya soal toilet super canggih ala Jepang. Padahal ada begitu banyak hal unik yang bisa dipelajari. Apalah daya, saya laksana orang buta huruf, saya kemudian merasa penting untuk bisa bahasa Jepang dan menulis dengan aksara Jepang.

Di dalam kamar hotel yang saya tempati, ada sebuah kotak di bawah dek meja yang menempel di dinding. Selama beberapa hari saya agak sedikit penasaran tentang apa sebenarnya isi kotak itu dan maksudnya apa. Di dalam kotak itu, ada terisi beberapa carik kertas dengan tulisan aksara Jepang yang tidak bisa saya. Setiap kotak itu memiliki laci kecil dan nomor .   Tulisan-tulisan di secarik kertas yang ada dalam kotak itu yang membuat saya penasaran. Maklum, hotel yang saya tempat adalah jenis ‘adult only.’ Saya awalnya berpikir, jangan-jangan ini nomor dada cewek, seperti yang terlihat di lobi hotel, sebab selama beberapa hari di situ, saya juga menyaksikan berbagai pasangan muda-mudi masuk dan keluar hotel itu.

Di depan ruang resepsionis juga ada begitu banyak gambar gadis-gadis cantik yang dipajang sehingga saya berpikir jangan-jangan ini semacam lotre untuk memanggil secara acak salah satu dari gadis-gadis dari foto-foto yang ada di depan lobi, sebab masing-masing memiliki nomor dada. Dari rasa penasaran yang kian menjadi itu, saya mulai mencoba membaca tulisan yang ada di kotak itu. Tidak ada tulisan berbahasa Inggris atau yang lainnya, selain Jepang. Saya mencoba untuk mencari huruf abjad Jepang, bentuk huruf dan satu-demi satu saya cocokan. Akhirnya tulisan misterious itu bisa terbaca, huruf-huruf kanji itu dibaca ‘O-mikuji, meskipun saya belum tahu apa artinya.

READ ALSO  Little Life of Kobe City, Japan

mengikut-o-mikuji

Saya masih tetap penasaran, apa maksud kata itu. Saya kembali lagi mengunjungi paman google dan menayakan apa arti kata itu. Saya kemudian dibertitahukan bahwa o-mikuji adalah semacam ramalan masa depan, dan dan gulungan-gulungan kecil kertas dan kartu yang ada dalam dalam kota itu itu adalah ‘o-mikuji’, yang berisi ramalan tentang peluang-peluang kesuksesan, keseatan, jodoh dan sebagainya. Bagi anda yang tidak bisa membaca akasara kanji seperti saya tentunya akan sulit untuk memacanya, namun anda bisa saja meminta bantuan teman anda yang bisa membacanya dan menyampaikan isinya kepada anda. Omikuji ini memang sangat populer di Jepang, dan pada awalnya Omikuji dianggap sebagai suara dari dewa di kuil terkait rencana mereka masa depan mereka.

omikuji-box di hotel

O-mikuji Box

Umumnya, O-mikuji bisa dilakukan dengan dua cara. Pertama yakni degan menggoyang kotak yang berisikan kertas-kertas yang digulung menyerupai stick kecil itu. Cara yang lain yaitu dengan mengunjungi shrine (kuil) lalu membayar kepada penjaga shire sejumlah uang yang sama . Umumnya ramalan-ramalan dalam kertas O-mikuji akan memberitahu anda, nasib anda dari yang paling besar keberuntungannya “dai-kichi” (大吉), keberuntungan sedang “chu-kichi” (中吉), Keberutungan kecil “sho-kichi” (小吉), hanya beruntung “kici” (吉), Keberuntugngan akhir “sue kichi” (末吉). Demikian juga dengan nasib sial, dari katergori “hanya bernasib sial “Kyo”( 凶), nasib kecil untuk sial, akhir sial “shō-kyō” (小凶), setengah apes “han-kyō” (半凶), akhir dari sebuah kesialan ‘sue-kyō” (末凶) hingga bernasib sial besar “dai-kyō” (大凶. Selain yang bentuk umum yang ini, ada juga bentuk bentuk ramalan khusus lainnya seperti nasib busnis, nasib jodoh, dan sebagainya.

O-mikuji dulunya digantungkan atau diikatkan pada pohon pine, namun karena tidak semua shrine (kuil) memiliki pohon pine maka O-mikuji, maka o-mikuji ini ditempatkan pada tempat tertentu di kuil. Mengikat atau menggantungkan kertas o-mikuji pada pohon, memberi makna bahwa ‘biarkan ketidak beruntungan (bad luck) tinggal bersama pohon, atau juga bisa berarti memindahkan nasib keberuntungan itu tergantung bersama pohon, dan manusia hanya membawa nasib keberuntungan atau nasib baiknya saja.

READ ALSO  Little Life of Kobe City, Japan

Orang Jepang kelihatan bangga dengan tradisi mereka ini, ya itu patut diacungi jempol, setiap hari begitu banyak orang mengunjungi shrine (kuil), anak-anak muda hingga orang tua, datang untuk meramalkan nasib keberuntungan mereka sambil berdoa di sana, mengarapkan keberuntungan nasib dari yang agung. Tradisi ini memang masih melekat pada ajaran agama mereka, atau bagian dari agama mereka, meskipun jika anda memperhatikan ada terkesan having fun, namun itu hanya praduga saya pribadi, yang namanya keyakinan memang tidak bisa dilihat dengan mata, hanya pelakunya saja yang tahu.

So, jika anda mengunjungi Jepang, jangn lupa mengunjungi shrine (Kuil) yang menjadi salah satu ikon kebudayaan Jepang, di sana anda bisa melihat secara langusung, O-mikuji. Sebenarnya ada juga tradisi yang lain yang mirip dengan O-mikuji, yakni ‘Ema” (絵馬), namun, akan saya ceritakan pada bagian lain.

Give Comment
https://ethnotraveller.net/wp-content/uploads/2016/01/omikuji_001.pnghttps://ethnotraveller.net/wp-content/uploads/2016/01/omikuji_001-150x150.pngUmar WerfetePeople & CultureJapan,omikuji
Ketika pertama kali mengunjungi Jepang, banyak hal di Jepang yang membuat saya sangat pensaran. Itu juga bisa terjadi karena saya tidak bisa bahsa Jepang, buta aksara Jepang. Tidak hanya soal toilet super canggih ala Jepang. Padahal ada begitu banyak hal unik yang bisa dipelajari. Apalah daya, saya laksana orang...