Setelah menempuh perjalanan dua jam lebih dari New Street Station Birmingham  akhirnya tiba di Cardiff Central Station. Saya keluar dari station dan hidupkan GPS. GPS ini akan memandu saya menuju Backpacker hostel yang telah saya book kemarin.  Dari direction yang tertera hostel Riverhouse tidak jauh dari station kereta.

Sialannya, baterai GPSku  habis, beruntung telah tiba di hostel.  Huhh… Sialan yang berikutnya, Kamar dan tempat tidur yang aku book, baru bisa digunakan setelah jam dua siang. Wadoww…gawat.  Aku hanya menitip laptopku di resepsionis dan membayar sewa kamar lalu kabur ke city center. Kali ini aku harus membaca peta manual sebab GPS mati dan tak bisa digunakan lagi.  Ku habiskan kira 2 jam berputar putar berjalan kaki, agar bisa mengenal lokasi tempat tinggal. Dan akhirnya aku bisa mengambil sebuah patokan pada millennium stadium, ku beranikan diri menggunakan bus berputar-putar hingga sampailah di Cardiff Bay.


Dengan backpack dibelakang, ku menelusuri panjang pantai, sesekali duduk dan memotret perahu layar yang berlayar mengintari teluk. Ah, begitu banyak orang datang di sini hari ini, sekerdar menikmati angin laut dan keindahan teluk jelang malam. Memang cukup indah di sini,  hari ini ku akan berada di sini hingga matahari terbenam, lampu lampu kapal dan gedung- gedung di tepi pantai ini menayala. Kameraku sudah ku pasangkan pada tripod lalu kucoba membidik beberapa frames, hanya sekedar ingin mencoba remote shutter yang baru ku beli.


Hmmm, ada dua potong roti yang ku siapkan pagi tadi di dalam tasku, kukeluarkan bersama teh yang masih hangat dalam botol, ku duduk di tepian air   dan menikmatinya,menunggu matahari tenggelam di bawah laut. Di sini juga aku bisa melihat nelayan yang baru pulang dan merapat ke tepi pantai. Dari sini juga bisa memandang dengan jelas para penikmat perahu layar yang sedang berlayar mengintari teluk, dan si juru mudi dan sedang mengemudi mengarahkan perahu. Ah, saya jadi ingat beberapa bulan lalu, di Ancol Jakarta, saya bersama Julia Fauziah Matondang, Nymas Wardah, Kak Sitti Djenaan dan Mbak Mila,  menyewa perahu layar dan berlayar di teluk Sunda Kelapa- Jakarta. Hmm, Oh iya, ternyata di sini juga bisa, hanya perahunya lebih canggih, kita bisa membeli ticket lalu masuk ke dalam perahu dan berlayar, bisa berdua atau lebih ditemani sama sang pengemudi. Hmmm…. Ingin kucoba tetapi matahari sudah hampir tenggelam dan kini saatnya ku bersiap-siap untuk memotret.

Matahari telah tenggelam dan lampu lampu dari tiang –tiang  kapal telah menyala, gedung –gedunag yang berjejer bertingkat-tingkat di tepi teluk ini  juga memantulkan cahaya lampu warna-warni ke dalam laut membuat teluk ini semakin mempesona. Sayang sekali, masih begitu tebal awan hingga hasil jepretan kameraku tidak sempurnah. Hmm, ku berenti memotret dan sekedar duduk memandangi laut sambil menikmati segelas kopi hangat, menyaksikan perahu layar meluncur perlahan-lahan masuk dan keluar teluk ini. Tak terasa sudah hampir jam sembilan malam. Wah, saatnya aku harus balik ke penginapan, mandi, makan malam dan istiahat sambil merencanakan perjalanan besok. Aku akan kemabali ke penginapan dengan menggunakan bus 06 seperti pagi tadi, pagi tad aku membeli ticket bus £3.20 untuk perjalanan sepanjang hari.












 

Malam Pertama di Hostel Riverhosue Backpackers.

Sekitar pukul 9 malam ku tiba di penginapan, ku ambil kunci dan menuju ke kamar. Aku diberi kamar nomor 3 dan tempat tidur nomor 5. Hmm, satu kamar ini ada 6 tempat tidur dan penghuninya bercampur laki-laki dan perempuan. Setelah ku letakan tas di tempat tidur  ku menuju ruang tengah/makan, ada begitu banyak orang di sana dan kedengaran ramai. Ya, dari kejauhan aku melihat ada wajah orang Asia, entah China, Thailand atau Jepang. Ah, aku benar benar pingin minum teh, ku menuju ke dapur, panaskan air dan kubuat segelas teh. Di dapur ini, aku berkenalan dengan Nang, gitulah  namanya, seorang gadis manis asal Thailand yang ternyata adalah teman kamarku juga. Ah, ternyata dia sudah cukup lama di Inggris dan tinggal di Southampton. Dia sering datang ke Cardiff hanya untuk jalan-jalan. Hebatnya lagi, dia bisa mengucapkan “ apa kabar”, selamat malam‘ selamat pagi dan terima kasih’ , ha ha ha,… cuma itu.  Aku lalu mengatakan padanya bahwa tadi aku di teluk belajar motret. Wah, ternyata dia juga tadi si sana, lalu dia mengatakan ingin melihat foto-fotoku. Bergegas aku mengambil si Mac di tasku dan memasukan foto-foto jepretanku tadi. Tidak terlalu bagus hasil jepretanku tadi tetapi dia tertarik sama beberapa fotoku dan memintanya, dia lalu mengatakan jika besok sore cuaca baik dan nantinya aku ingin pergi memotret lagi di teluk, dia pingin ikut.

Oh, iya selain Nang, aku juga bertemu dengan 3 orang lainnya, ha ha ha, Liz, Sean dan Hyne, sayangnya saya tidak terlalu banyak ngobrol dengan mereka bertiga ini, aku hanya sempat menyapa Liz saat pagi tadi di dapur, ketiak aku lagi memanggang roti dan dia sedang membuat juz. Aku hanya menayakan apa rencananya hari ini dan sudah berapa lama di sini, dan ternayata dia sudah tiga hari dan pagi ini harus check out, begitu juga dengan Hyne. Hmmm…


Tempat tidur di kamar ini bersusun dua, aku menempati bagian atas dan di bawahku Nang   di sebelah kiri ku ada sebuah tempat tidur lagi yang di bawahnya ditempati Liz dan atasnya Hyne. Cukup padat dan sesak, kamar berukuran kira kira 4 x 4 m  dengan tiga tempat tidur susun dan tiga lemari box kecil. Ahh… malamnya cukup dingin, selimutnya tipis, untungnya, aku dah persiapan winter coat. Tetapi cukup menyenangkan, tinggal di penginapan backpacker, bisa berkenalan dengan orang baru, bertukar cerita dan dapur menjadi tempat para backpacker berkenalan, bertukar cerita dan informasi. Ah, hari pertama sudah ku lalui dengan indah bersama para backpackers. Semoga esok dan seterusnya tetap ceria.




Cardiff Bay, 11/12/11